DSK-11

DSK-11

Rabu, 13 November 2013

50 ISTILAH AKUNTANSI BESERTA ARTINYA

  1. Aktiva lancar = Uang kas ataupun aktiva lainnya yang diharapkan dapat ditukar menjadi uang kas atau dijual atau dikonsumsi, yang biasanya dalam jangka waktu satu tahun atau kurang, melalui operasi normal (biasa) perusahaan.
  2. Anak perusahaan = perusahaan yang lebih dari 50% sahamnya dimiliki oleh perusahaan lain.
  3. Arus kas dari aktivitas investasi = Bagian dari laporan arus kas dimana dilaporkan aktivitas yang melibatkan penerimaan kas dari penjualan investasi, aktiva tetap, dan aktiva tak lancar lainnya; dan pembayaran kas untuk akuisisi investasi, aktiva tetap, dan aktiva tak lancar lainnya.
  4. Arus kas dari aktivitas keuangan = Bagian dari laporan arus kas dimana dilaporkan transaksi yang melibatkan penerimaan kas dari penerbitan ekuitas dan surat hutang, dan pembayaran kas untuk dividen, pembelian kembali surat berharga ekuitas, dan penarikan surat hutang.
  5. Arus kas dari aktivitas operasi = Bagian dari laporan arus kas dimana dilaporkan transaksi kas yang masuk ke dalam penentuan laba bersih.
  6. Ayat jurnal penutup = Suatu ayat jurnal yang diperlukan untuk menghilangkan saldo perkiraan sementara agar siap pakai bagi periode akuntansi selanjutnya.
  7. Biaya = Pengeluaran kas atau komitmen untuk memayar kas dimasa depan dengan tujuan menghasilkan pendapatan.
  8. Biaya konversi = Gabungan biaya pekerja langsung dan biaya overhead pabrik.
  9. Dasar kas = Pendapatan diakui pada saat kas diterima, dan beban diakui pada saat kas dibayarkan.
  10. Deviden saham = Pembagian saham oleh suatu perseroan kepada para pemegang sahamnya.
  11. Dividen tunai = Pembagian uang kas oleh suatu perseroan kepada para pemegang sahamnya.
  12. Entitas ekonomi = sebuah asumsi dimana aktivitas sebuah entitas ekonomi harus dipisahkan dari aktivitas pemiliknya dan seluruh entitas lainnya.
  13. Harga pokok penjualan = Biaya untuk memproduksi barang yang terjual.
  14. Induk perusahaan = perusahaan yang memiliki lebih dari 50% saham biasa dari entitas lain
  15. Jurnal Pembelian = Jurnal untuk mencatat seluruh pembelian barang dagang secara kredit
  16. Jurnal penerimaan kas = Jurnal untuk mencatat semua penerimaan kas.
  17. Jurnal pengeluaran kas = Jurnal untuk mencatat seluruh pengeluaran kas.
  18. Jurnal penjualan = Jurnal untuk mencatat seluruh penjualan barang dagangan secara kredit
  19. Kas = harta yang dimiliki perusahaan yang bersifat sangat likuid
  20. Kewajiban kontinjen = Kewajiban potensial yang akan benar-benar terjadi apabila di kemudian hari terjadi peristiwa tertentu.
  21. Kewajiban lancar = Suatu kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat (biasanya dalam satu tahun atau kurang) dan yang akan dibayar dari aktiva lancar.
  22. Komparabilitas = kemampuan untuk membandingkan informasi akuntansi dari perusahaan yang berbeda
  23. Konservatisme = Konsep yang menyatakan bahwa dalam memilih dari sekian alternatif, maka metode atau prosedur yang menghasilkan jumlah laba bersih yang paling kecil atau nilai aktiva yang paling rendah harus dipilih.
  24. Konsistensi = Konsep yang mengasumsikan bahwa prinsip-prinsip akuntansi yang lazim yang sama telah dipakai dalam penyiapan laporan keuangan secara terus-menerus.
  25. Konsolidasi = Pembentukan perseroan baru dengan penyerahan aktiva dan kewajiban dua atau lebih perseroan yang telah ada kepada perseroan baru.
  26. Laporan biaya produksi = Suatu laporan yang disediakan secara periodik oleh bagian pemrosesan yang mengikhtisarkan (a) jumlah unit yang menjadi tanggung jawab bagian yang bersangkutan beserta disposisi unit-unit tersebut dan (b) biaya yang dibebankan ke bagian tersebut dan pengalokasian biaya ini.
  27. Laporan konsolidasi/gabungan = Suatu laporan keuangan yang berasal dari penggabungan laporan perusahaan induk dan laporan perusahaan anak.
  28. Metode harga perolehan = Suatu metode akuntansi untuk investasi dalam saham, dengan mana pihak investor mengakui bagian dividen tunai yang diterimanya dari perusahaan (investee) sebagai pendapatan.
  29. Metode kontrak selesai = Metode yang mengakui pendapatan dari kontrak pembangunan jangka panjang pada saat proyek selesai.
  30. Modal saham = Lembar bukti pemilikan atas suatu perseroan.
  31. Nilai wajar = jumlah dimana sekuritas dapat dijual pada pasar normal
  32. Nota kredit = Formulir yang diterbitkan oleh penjual untuk memberitahukan kepada debitor bahwa dalam perkiraan piutang usaha debitor telah dibukukan suatu jumlah kredit.
  33. Oblgasi = wesel bayar berbunga
  34. Pengalokasian modal = Suatu proses dimana manajemen mengalokasikan dana investasi yang tersedia diantara usulan-usulan investasi modal yang direncanakan.
  35. Pengeluaran modal = Biaya yang menambah kegunaan aktiva selama lebih dari satu periode akuntansi.
  36. Periode kembalinya dana kas = Taksiran jangka waktu antara tanggal pengeluaran modal dan pengembaliannya dalam bentuk uang kas (atau ekuivalen uang kas) atas jumlah yang telah ditanamkan.
  37. Perseroan = Suatu kesatuan hukum terpisah yang didirikan sesuai dengan undang-undang dan pemilikannya dibagi lembar-lembar saham.
  38. Perusahaan terbuka = perusahaan yang dimiliki oleh ribuan pemegang saham dan sahamnya diperdagangkan di bursa efek nasional
  39. Perusahaan tertutup = perusahaan yang hanya dimiliki oleh beberapa pemegang saham dan seluruh sahamnya tidak tersedia untuk dijual kepada public.
  40. Potongan tunai = Potongan yang diberikan jika faktur dibayar dalam periode tertentu.
  41. Prinsip harga perolehan = Prinsip yang menyatakan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh dicatat sebesar harga perolehannya.
  42. Rasio lancar = Rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar.
  43. Register cek = Bentuk jurnal pengeluaran kas yang dimodifikasi untuk mencatat semua transaksi yang yang dibayar dengan cek.
  44. Relevansi = kulitas informasi yang mengindikasi sebuah informasi membuat perbedaan pada keputusan
  45. Reliabilitas = kualitas informasi yang menjamin bahwa informasi terbebas dari kesalahan dan bias
  46. Retur = pengembalian barang dagangan apabila tidak sesuai pesanan
  47. Saham biasa = Suatu kelompok pemilikan dasar dari modal saham perseroan.
  48. Saham preferen = saham yang memiliki kontraktual nerupa hak prioritas dibandingkan saham biasa untuk hal-hal tertentu.
  49. Saham prefern kumulatif = Saham preferen (istimewa) yang berhak atas dividen tahun berjalan dan tahun-tahun sebelumnya sebelum dividen boleh dibagikan untuk saham-saham biasa.
  50. Stock split = penerbitan saham tambahan untuk para pemegang saham sesuai dengan presentase kepemilikannya

PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2013 (Induktif)

Pada tahun 2013 ini, perekonomian Indonesia tidak lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kami semua berharap pemerintah dapat mengatasi masalah ekonomi saat ini, sehingga untuk kedepannya Indonesia menjadi negara yang lebih baik, khususnya dalam bidang ekonomi. Hal yang melemahkan perekonomian Indonesia terjadi karena beberapa factor, salah satunya defisit neraca dan inflasi.

Angka inflasi pasca kenaikan harga BBM akan terus merangkak naik jika pemerintah tidak bisa mengendalikan harga bahan pangan dan tarif transportasi. Harga bahan pangan dan tarid transportasi merupakan dua hal utama penyumbang angka inflasi nasional. Jika dua hal tersebut tidak dapat dikendalikan, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini melemah, selain karena inflasi, perlambatan ekonomi global juga merupakan salah satu faktor yang melemahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun ekspor tetap tumbuh positif, tetapi hal ini belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sedang lemah.


Selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melemah, pengangguran juga merupakan dampak inflasi yang terjadi saat ini. Meskipun tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, hal ini bukan berarti Indonesia lepas dari masalah ekonomi, karena dilihat dari neraca pembayaran atau perdagangan, Indonesia masih tidak bisa lepas dari kata "defisit"

PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN 2013 (Deduktif)

Angka inflasi pasca kenaikan harga BBM akan terus merangkak naik jika pemerintah tidak bisa mengendalikan harga bahan pangan dan tarif transportasi. Harga bahan pangan dan tarid transportasi merupakan dua hal utama penyumbang angka inflasi nasional. Jika dua hal tersebut tidak dapat dikendalikan, maka akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini melemah, selain karena inflasi, perlambatan ekonomi global juga merupakan salah satu faktor yang melemahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meskipun ekspor tetap tumbuh positif, tetapi hal ini belum cukup kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sedang lemah.

Selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melemah, pengangguran juga merupakan dampak inflasi yang terjadi saat ini. Meskipun tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami penurunan, hal ini bukan berarti Indonesia lepas dari masalah ekonomi, karena dilihat dari neraca pembayaran atau perdagangan, Indonesia masih tidak bisa lepas dari kata "defisit"

Pada tahun 2013 ini, dengan terjadinya defisit neraca dan inflasi yang disebabkan kenaikan harga BBM yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melemah dapat disimpulkan bahwa perekonomian Indonesia tidak lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kami semua berharap pemerintah dapat mengatasi masalah ekonomi saat ini, sehingga untuk kedepannya Indonesia menjadi negara yang lebih baik, khususnya dalam bidang ekonomi.